Judul Buku: Sejarah Ghulat di "Lajnah Mufawwadhah"
Kontributor: Kanie Aoi
Genre Buku: Politik
Penerbit: Maktabah Darul Islam
Publikasi: 22 Sep 2018 18:28
Total dilihat: 99

Sejarah Ghulat di "Lajnah Mufawwadhah"

download buku sejarah ghulat di lajnah Mufawwadhah

Pada tanggal 31 Mei 2017, Syaikh Turki Al Bin'ali, salah satu ulama terkemuka di Negara Islam, terbunuh di Mayadin, Suriyyah dalam serangan udara yang dilakukan oleh koalisi pimpinan AS. Tiga minggu kemudian, Komando Sentral Militer AS (SOCOM) mengonfirmasi terbunuhnya Syaikh Turki Al Bin'ali yang pernah memproklamirkan diri sebagai Mufti Negara Islam. Para pengikutnya melalui Telegram maupun Twitter meratapi terbunuhnya beliau dan mengedarkan wasiat terakhirnya serta beberapa lainnya menyusun puisi-puisi berisi pujian. Media internasional secara massif memberitakan tentang serangan udara tersebut, CNN misalnya, merilis berita berjudul “Tokoh dan Ulama Terpenting NIIS Telah Dibunuh dengan Serangan Udara". Namun, outlet resmi media Negara Islam malah diam saja. Tidak ada komentar maupun pernyataan resmi mengenai kematian ulama berusia 32 tahun dari Bahrain tersebut, apalagi pidato pujian atau apapun. Alasannya sekarang sudah jelas.

Pada saat kematiannya, Turki Al Bin'ali terlibat dalam kontroversi teologis yang sangat kontroversial yang telah mengguncang Negara Islam dalam beberapa waktu ini. Perselisihan menyangkut posisi manhaj Negara Islam mengenai takfir dan Turki Al Bin'ali berada di pihak yang kalah. Pada 17 Mei 2017, Komite Delegasi (Lajnah Mufawwadhah), sebuah dewan eksekutif di Negara Islam, mengeluarkan sebuah memorandum (ta'mim) yang menetapkan sikap resmi tentang takfir dan bagi Turki Al Bin'ali tulisan tersebut sangat ekstrim. Dua hari kemudian, beliau membantah memorandum itu dalam sebuah surat kepada Komite Delegasi dan dua belas hari setelah itu dia dibunuh oleh serangan udara Amerika. Lebih banyak bantahan sejenis oleh para ulama Negara Islam dan setidaknya salah satu ulama pengkritik juga terbunuh oleh serangan udara.

Pada pertengahan bulan September tahun 2017, pada sebuah langkah yang sangat tidak biasa, Komite Delegasi membatalkan memorandum kontroversialnya tentang takfir tersebut. Apa yang disampaikan oleh Syaikh Turki Al Bin'ali tampaknya dibenarkan secara anumerta. Namun sebelum ini, beberapa bantahan terhadap Komite Delegasi, termasuk dari Syaikh Turki Al Bin'ali, serta beberapa pernyataan tambahan ketidaksetujuan dari ulama-ulama Negara Islam lainnya, kami menemukan tulisan mereka secara online. Secara bersama-sama, hal ini membentuk sebuah jendela luar biasa terhadap bagaimana gejolak teologis (manhaj) Negara Islam. Selengkapnya.

Unduh di sini


[ID] Kanie Aoi - Sejarah Ghulat di "Lajnah Mufawwadhah" Revisi Pertama
LinkShrink - AdFly

Kami telah mencoba banyak filehosting dan hanya WapBlog.ID dan Solidfiles (tanpa sign up) yang mendukung perangkat kami. Untuk ukuran 0MB-2MB kami menggunakan WB, 2MB-3.5MB kami menggunakan SF, dan untuk di atasnya kami menambahkan URL shortener. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Link error hubungi admin.